• Tentang Kami
  • Fokus Program
    • Edukasi Kerelawanan
    • Sosial dan Kemanusiaan
    • Pemberdayaan Masyarakat
    • Advokasi
  • Narasi
    • Berita Program
    • Artikel
    • Publikasi
  • Kemitraan
    • Jadi Mitra
    • Mitra Kami
Donasi Jadi Relawan

Menemani Aceh Pulih: Pemberdayaan Budidaya Lele Bersama Sekolah Relawan

Bencana banjir yang menimpa Aceh tahun 2025 lalu masih menyisakan duka. Bagi masyarakat terdampak, proses pemulihan tidak berhenti setelah masa darurat. Bagi mereka, pulih bukan hanya tentang kembali beraktivitas. Ada kebutuhan hidup dan keluarga yang harus dipenuhi, anak-anak yang harus kembali bersekolah, dan penghasilan yang perlu kembali pulih.


Ketika masa pemulihan ini, salah satu upaya yang dilakukan masyarakat untuk kembali memenuhi kebutuhan keluarga adalah budidaya lele. Melalui budidaya lele, masyarakat mulai kembali memiliki kegiatan produktif yang dapat dikelola bersama. Sekolah Relawan hadir mendampingi proses tersebut sebagai bagian dari upaya menemani masyarakat Aceh tidak hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga ketika mereka mulai bangkit setelahnya. 


Upaya pendampingan pasca bencana ini berpusat di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Pada siklus pertama, penyebaran benih lele sebanyak 10.000 benih dilakukan. Proses dilakukan secara bertahap dari mulai pemeliharaan hingga lele siap panen. Hasilnya, siklus pertama budidaya berhasil menghasilkan sebanyak 1.250 kilogram lele pada bulan Juli lalu.




Hasil ini tidak serta merta terputus setelah panen. Proses budidaya ini dilanjutkan dengan menyisihkan 6 pasang lele sebagai induk unggulan untuk siklus pembenihan berkelanjutan sehingga manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh dapur-dapur keluarga penyintas. Hasil dari penjualan inilah yang dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak-anak yang sempat terancam pasca bencana.



Semangat warga Desa Kebun Tanjung Seumantoh terus membuahkan hasil yang baik. Memasuki bulan September, kelompok tani kembali melanjutkan pembenihan tahap 2 dengan 10.760 ekor benih lele. Harapannya, budidaya ini dapat menjadi pembangkit ekonomi untuk warga sekitar. Harapan besar pun terucap dari salah satu anggota kelompok tani, “Semoga kedepannya, panen ikan siklus kedua bisa lebih banyak daripada siklus yang pertama”. 


Langkah kolektif ini turut mendapat dukungan hangat dari pemerintah setempat. Penyuluh Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan apresiasinya, “Kita berharap bantuan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dan nantinya berdampak nyata pada peningkatan dan pemulihan ekonomi pasca bencana banjir 2025.”


Budidaya lele menjadi salah satu langkah yang dijalankan bersama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan hidup sehari-hari. Sekolah Relawan terus berupaya menemani masyarakat Aceh untuk kembali pulih pasca bencana.

Telepon :

Email :

  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Berita Program
  • Artikel
  • Publikasi
  • Agenda
  • Majalah
  • Jurnal Dokumentasi
  • Mitra
  • Jadi Mitra
© 2026